Sunday, February 6, 2011
SHALAT LIMA WAKTU
SHALAT LIMA WAKTU
Abu-Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Al Hasan r.a berkata Nabi Muhamad saw. bersabda
“Matsalus shalawatil khamsi, kamatsali nahrin jaarin ala baabi ahadikum katsiril maa’i yaghtasilu fihi kullu yaumin khamsa marrat fahal yabqa alaihi minaddaran” (contoh perumpamaan shalat lima waktu itu, bagaikan sungai yang mengalir dimuka pintu rumah salah satu kamu, dan ia mandi di dalamnya tiap hari lima kali, apakah kiranya masih ada sisa kotoran padanya)
Jadi Shalat lima waktu membersihkan dosa sehingga tidak ada sisanya selain dosa-dosa besar. Jika dilakukan Shalat itu dengan sempurna rukuk, sujud dan kusyu. Adapun bila tidak sempurna maka tertolak. Sebagai seorang Muslim Shalat merupakan suatu kewajiban yang tidak ditinggalkan bahkan itu suatu kebutuhan tiap umat manusia layaknya kebutuhan makan yang tidak mungkin untuk ditinggalkan. Dengan Shalat merupakan media seseorang hamba untuk berinteraksi dengan sang Penciptanya ALLAH SWT. Pembeda antara kafir dan muslim yaitu pada Shalatnya.
Mengherankan zaman sekarang ini banyak orang yang mengaku Islam agamanya tapi ia sering sekali dengan gampangnya meninggalkan kewajiban untuk Shalat Na’uzubilah summa na’uzubillah. Mungkin ini merupakan pertanda sudah semakin dekatnya Kiamat. Shalat merupakan hal yang sangat penting di ibaratkan pada sebuah Bangunan, Sholat merupakan TIANG UTAMA yang menyangga berdirinya suatu bangunan yang bila mana tiangnya tidak ditegakkan dengan kokoh maka bangunan itu akan roboh. Logikanya bila Shalat tidak dilaksanakan maka akan runtuh Agama Islam.
Dirikanlah Shalat Lima Waktu dengan Rukuk, dan penuh kekhusyuan. Diriwayatkan oleh Abul-Laits Assamarqandi dengan sanadnya dari Raafi’ dari Khalid berkata:
Ketika kami duduk didekat Rosulullah saw. tiba-tiba ada orang masuk Masjid menghadap Qiblat dan Shalat. Kemudian setelah selesai ia datang memberi salam kepada Nabi saw. dan orang-orang Maka Nabi Bersabda kepadanya :
“Irji’fashalli fa innaka lam tushalli” (kembalilah engkau Shalat sebab engkau belum Sholat) Maka segera kembali Shalat dan sesudah selesai ia kembali lagi ke Nabi dan bersabda kepadanya: Kembalilah sholat karena engkau belum Shalat. Sehingga tiga kali orang itu shalat. Lalu orang itu berkata ‘saya tidak tahu apakah kesalahanku dalam shalat’ maka Nabi bersabda:
“Innahu laa tatimmu shalata ahadikum hatta yusbighal wudhu’a kamaa amarahu allahu fayaghsilu rijalahi ilal ka’baini. Tsumma yu kabbirullah wayah maduhu tsumma yaqra’u minal qur’an maa adzina lahu fihi, wayarka’u fayadha’u kaffaihi ala rukbataihi hatta. Tathama’inna mafaa shilu wayustarkhi tsuma yarfa’u ra’sahu wayaqulu samia Allahu liman khamidahu, tsumma yukabbiru fayastawi qaa’ida ala maq’adatihi wayuaimu shulbahu. Fawashafa shalaayahu haakadza arba’a rakaatin hatta faragha, tsumma qaala : La tatimmu shaalata ahadikum hatta yaf’ala dzalika”
(Tidak sempurna shalat seseorang sehingga menyempurnakan WUDHU sebagaimana yang diperintahkan oleh Alla, maka membasuh muka dan kedua tangan sampai siku dan mengusap kepala dan membasuh kedua kaki sampai mata kaki, kemudian bertakbir dan bertahmid ‘memuji Allah’ dan membaca Al qur’an sedapatnya, lalu rukuk dan meletakan dua tapak tangan di lutut sehingga tenang semua ruas dan tunduk, kemudian mengangkat kepala sambil mengucap : Sami Allahu liman hamidah dan tegak berdiri sehingga tegak punggungnya dan masing-masing anggota badannya kembali ketempatnya. Lalu takbir dan sujud menekankan wajahnya ketanah sehingga tenang semua ruasnya dan merendah, kemudian takbir dan tegak duduk dan menegakkan tulang punggungnya. Nabi saw. menerangkan dan bersabda : ‘Tidak sempurna Shalat seseorang dari kamu sehingga mengerjakan itu semua’
Dalam Hadist ini Nabi saw. menyuruh menyempurnakan rukuk dan sujud, dan menerangkan bahwa shalat tidak diterima kecuali dengan cara yang sedemikian, maka seharusnya orang bersungguh-sungguh untuk kesempurnaan rukuk dan sejudnya supaya Shalatnya itu menjasi penebus dosa-dosa yang lalu..
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment